Minggu, 26 Desember 2010

nothing

i dont know....
what must i write?
hoho... msh btuh belajar...

Minggu, 03 Oktober 2010

Keledai dan Lembu

Dua orang mullah berdakwah keliling kampung dan bermalam di rumah seorang yang ternyata adalah seorang mursyid. Ketika seorang mullah keluar rumah untuk berwudhu, sang mursyid berkata " Alangkah tingginya ilmu temanmu. Apakah akhlaknya mulia? Senangkah engkau bersamanya?". Mullah itu menjawab, "Dia? Dia seperti keledai, sangat dungu!". Tak berapa lama kemudian, mullah yang berwudhu itu masuk, maka diamlah temannya. Kini giliran mullah kedua berwudhu dan sang mursyid mengajukan pertanyaan yang sama. "Demicinta kepada Allah," kata mullah itu, "Dia seperti lembu, sangat bodoh, suka bertengkar dan keras kepala. Mana ada orang yang suka padanya. Aku kebetulan bertemu dengannya dan menjadi sahabatnya."

Dua mullah ini sangat serasi. Lantaran salah satunya keledai dan yang lainnya lembu. Mereka tak pernah bertikai. Lantas apa yang terjadi pada keduanya?... Menjelang maghrib, saat berbuka puasa, tiga piring saji yang tertutup telah terhidang di depan mullah masing-masing. Adzan maghrib berkumandang, mereka segera berbuka. Ketika mereka membuka tudung sajinya, apa yang mereka lihat? Didepan mereka berdua tersaji sepiring gandum dan sepiring jerami, sedangkan di depan sang mursyid terdapat telur goreng dan mentega.

"Silahkan makan!" ucap sang mursyid. "Ayolah, kenapa kalian belum menyantapnya?". Dua orang mullah itu saling berpandangan, tapi sang mursyid terus mendesak mereka, lalu menambahkan. "Aku tak salah. Sebelumnya aku bertanyakepada temanmu tentang dirimu dan dia menyebutmu keledai, maka kuhidangkan gandum untukmu." Lalu, menoleh pada mullah lainnya, dia berkata, "Aku juga bertanya padatemanmu tentang dirimu, dia menyebutmu lembu, maka kuhidangkan jerami untukmu. Begitulah aku mengetahui identitas kalian dari teman kalian sendiri. Gandum dan jerami adalah makanan untuk binatang. Aku hidangkan itu untuk menghormatimu. Adapun manusia, aku makan telur."

Manusia menjadi mulia setinggi dia memuliakan temannya . Janganlah membuat gelaran-gelaran yang buruk kepada orang lain, apalagi kepada temannya sendiri. Barang siapa dihina oleh orang lain, dia harus menerimanya dengan sabar dan lapang dada. Dia tidak boleh membalasnya dengan hinaan karena hal itu justru akan merendahkannya serendah orang yang menghinanya. Apabila ada keledai mendopakmu, apakah kamu akan balas menendangnya? Jika benar demikian apakah tiada bedanya engkau dengan keledai, sebab keledai itu mendopakmu lantaran ia keledai, dan engkau melakukan hal yang sama dengannya. Engkau akan terpuruk kedalam kehinaan yang sama. Andai ada anjing menggonggong atau menggigitmu, apakah engkau akan balas menggonggong atau menggigitnya?


Taken from
Nafas Cinta Illahi
Written by: Lidia Yurita
Pustaka Fahimma

Jumat, 01 Oktober 2010

Dear diary...

Peace and godblessing be on you all...

Hfufhh...
Rasanya udah lama buangget aku ga nulis lagi.
Entah, rasa apa yang mampir di otakku sekarang. Tiba2 ja aku inget web cekulku. Hwaaaaaaaaaaa.............. pas kubuka websitenya mankra, tiba2 ja aq pengin nangis, hiks, hiks, :-(
Aku inget banget, saat kita berpisah dengan derai air mata. Sedih? Tentu!! Rasanya waktu berputar begitu cepat, menghilangkan jejak2 langkah kaki kita.
Hffffffuuhhh...
Guys... Gimana kabar kalian semuanya? Masihkah duka itu menyelimuti hari2mu kawan?
Ku berharap semoga kita semakin mantap menatap masa depan.
Sobat... Rasanya hati ini takkan putus utk berdo'a,
Semoga kita tetap dalam naungannya....


Luv_ayn

Ditunggu kabarnya guys
ayneeacy@gmail.com

To ; my beloved friend

Sahabat...
Teringat saat dulu kita masih bersama
Dalam duka kau hapus air mata ini
Kau bimbing langkahku tuk gapai ridhoNYA


Sahabat...
Ingatkah kau saat kita masih bersama?
Hari demi hari kita lalui
Lembar hitam dan putih tergambar jelas
Dalam album kenangan kita


Sahabat...
Andai saat ini engkau ada disampingku
Ingin aku dengar lirih tangismu
Membagi duka yang menorehkan luka


Sahabat...
Kini engkau berada jauh disana
Aku merasa di telan bumi
Hari-hari sepi tanpa hadirmu


Sahabat...
Kapan lagi aku kan melihat indah senyummu?
Kapan lagi ku dengar lirih tangismu?
Aku merindukan hadirmu wahai sahabatku...



Luv_ayn
miss you all guys...

Minggu, 20 Juni 2010

Mengapa

Wahai saudara sadarlah kita
Lahir ke dunia tiada dosa
Tak sehelaipun kain dimiliki
Martabat tahta tak di punyai


Allah ciptakan kita semua
Hanyalah dari air yang hina
Jadilah jadi bayi yang suci
Hitam putihnya takdir Illahi


Mengapa harus saling benci
Mengapa harus saling dengki
Mengapa harus sombong diri
Mengapa harus susah hati
Mengapa harus sakit hati
Mengapa harus kecil hati

Mengapa oh mengapa


Bukankah milik sudah terbagi
Bukankah rizki janji Illahi
Bukankah ajal sudah pasti
Bukankah jodoh sudah terpilih

Mengapa bimbang mengapa ragu
Kepada Tuhanmu yang satu
Mengapa oh mengapa



By: HAWARI

Obat Hati dari Abu Darda Ra.

Suatu hari datanglah seseorang kepada sahabat Nabi, Abu Darda dan ia berkata, "Aku ingin menjadi orang shalih, tapi hatiku sakit. Wahai imam, berilah aku penyembuh dari Al Qur'an, obat buatan nabi Muhammad Saw". Abu Darda menanggapinya,"Wahai anakku, inilah obat untukmu :lakukanlah shalat jenazah, jenguklah orang-orang sakit, dan berziarahlah ke makam. Ini akan menyembuhkan sakitmu." Maka orang itupun menuruti nasihat Abu Darda'.

Bila penyakit hati manusia dapat di sembuhkan dg melakukan shalat jenazah, para imamnya pasti wali-wali Allah. Bila berziarah ke makam dapat membawa manusia kepada Tuhan al-Haqq, para penggali makamnya pastilah malaikat-malaikat Allah. Jika membezuk orang sakit dapat memanusiakan manusia, para perawatnya niscaya manusia-manusia sempurna (insan kamil). Perhatikan baik-baik nasihat yang di berikan sahabat Nabi kepada orang itu. Dia melakukan shalat jenazah persis mengikuti imamnya. Ziarahnya ke makam sama dengan kunjungan para penggali kubur. Dia menengok orang sakit layaknya seorang perawat terampil.

Akan tetapi, dia tidak membawa hasil(perubahan) : hatinya malah genjadi gelap dan keras membatu. Maka, diapun datang kembali dan mengeluhkan perihalnya pada Abu Darda' ,"Wahai Imam, aku telah mengikuti semua nasihatmu, tetapi hatiku tetap keras membatu. Aku tak beroleh apa pun dari nasihatmu." Lantas Abu Darda' menjawab, "Duhai anakku,engkau memang telah shalat jenazah seperti gerakan yang dilakukan para Imam, tetapi engkau belum menjalankannya dengan benar. Saat shalat, apakah engkau merenung: 'Akulah yang berbaring di keranda itu, dan dirimu sendiri, 'Akulah yang berpisah dari harta dan jabatan ; istriku menjadi janda, anak-anakku menjadi yatim ; mereka menguburkanku di dalam bumi yang gelap, aku tak bisa berbuat apa-apa; mereka mengkafaniku tanpa tali; disini aku sendiri dengan dosa-dosaku; sekarang dua malaikat datang menanyaiku: apa yang harus aku lakukan sendirian di rumah yang gelap ini?" Orang tersebut berkata, "Tidak, aku tidak merenungkan semua itu." Lalu Abu Darda' menambahkan, "Engkau tak mendapatkan apa- apa dari shalat jenazah yang engkau dirikan. Sebaliknya, saat shalat itu malah memburamkan hatimu. Kini, pergilah dan shalatlah lagi seraya merenungkan hal-hal yang telah kusampaikan tadi,"




Taken from "Nafas Cinta ILAHI"
Written by 'Lidia Yurita'
Pustaka Fahimma

Minggu, 28 Maret 2010

lagoekoe

Song For Gaza

A blinding flash of white light
Lit up the sky over gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they died or alive

they came with their tanks and their plane
with ravanging viery flame
and nothing remains
just a voice rissing up in the smoky haze

we will not go down
in the night without a fight
you can burn up our mosques, and our homes and our schools
but our spirit will never die
we will not go down
in gaza tonight

women and childern alike
murdered and massacred night after night
while they so-called the leaders countries affair
debatted who's wrong or right

but their powerless word were in vain
and the bombs felt down like acid rain
but trough the tears and the blood and the pain
you can still hear that through the smooky haze

we will not go down
in the night without a fight
you can burn up our mosques and our homes and our schools
but our spirit will never die
we will not go down
in gaza tonight