Minggu, 03 Oktober 2010

Keledai dan Lembu

Dua orang mullah berdakwah keliling kampung dan bermalam di rumah seorang yang ternyata adalah seorang mursyid. Ketika seorang mullah keluar rumah untuk berwudhu, sang mursyid berkata " Alangkah tingginya ilmu temanmu. Apakah akhlaknya mulia? Senangkah engkau bersamanya?". Mullah itu menjawab, "Dia? Dia seperti keledai, sangat dungu!". Tak berapa lama kemudian, mullah yang berwudhu itu masuk, maka diamlah temannya. Kini giliran mullah kedua berwudhu dan sang mursyid mengajukan pertanyaan yang sama. "Demicinta kepada Allah," kata mullah itu, "Dia seperti lembu, sangat bodoh, suka bertengkar dan keras kepala. Mana ada orang yang suka padanya. Aku kebetulan bertemu dengannya dan menjadi sahabatnya."

Dua mullah ini sangat serasi. Lantaran salah satunya keledai dan yang lainnya lembu. Mereka tak pernah bertikai. Lantas apa yang terjadi pada keduanya?... Menjelang maghrib, saat berbuka puasa, tiga piring saji yang tertutup telah terhidang di depan mullah masing-masing. Adzan maghrib berkumandang, mereka segera berbuka. Ketika mereka membuka tudung sajinya, apa yang mereka lihat? Didepan mereka berdua tersaji sepiring gandum dan sepiring jerami, sedangkan di depan sang mursyid terdapat telur goreng dan mentega.

"Silahkan makan!" ucap sang mursyid. "Ayolah, kenapa kalian belum menyantapnya?". Dua orang mullah itu saling berpandangan, tapi sang mursyid terus mendesak mereka, lalu menambahkan. "Aku tak salah. Sebelumnya aku bertanyakepada temanmu tentang dirimu dan dia menyebutmu keledai, maka kuhidangkan gandum untukmu." Lalu, menoleh pada mullah lainnya, dia berkata, "Aku juga bertanya padatemanmu tentang dirimu, dia menyebutmu lembu, maka kuhidangkan jerami untukmu. Begitulah aku mengetahui identitas kalian dari teman kalian sendiri. Gandum dan jerami adalah makanan untuk binatang. Aku hidangkan itu untuk menghormatimu. Adapun manusia, aku makan telur."

Manusia menjadi mulia setinggi dia memuliakan temannya . Janganlah membuat gelaran-gelaran yang buruk kepada orang lain, apalagi kepada temannya sendiri. Barang siapa dihina oleh orang lain, dia harus menerimanya dengan sabar dan lapang dada. Dia tidak boleh membalasnya dengan hinaan karena hal itu justru akan merendahkannya serendah orang yang menghinanya. Apabila ada keledai mendopakmu, apakah kamu akan balas menendangnya? Jika benar demikian apakah tiada bedanya engkau dengan keledai, sebab keledai itu mendopakmu lantaran ia keledai, dan engkau melakukan hal yang sama dengannya. Engkau akan terpuruk kedalam kehinaan yang sama. Andai ada anjing menggonggong atau menggigitmu, apakah engkau akan balas menggonggong atau menggigitnya?


Taken from
Nafas Cinta Illahi
Written by: Lidia Yurita
Pustaka Fahimma

Jumat, 01 Oktober 2010

Dear diary...

Peace and godblessing be on you all...

Hfufhh...
Rasanya udah lama buangget aku ga nulis lagi.
Entah, rasa apa yang mampir di otakku sekarang. Tiba2 ja aku inget web cekulku. Hwaaaaaaaaaaa.............. pas kubuka websitenya mankra, tiba2 ja aq pengin nangis, hiks, hiks, :-(
Aku inget banget, saat kita berpisah dengan derai air mata. Sedih? Tentu!! Rasanya waktu berputar begitu cepat, menghilangkan jejak2 langkah kaki kita.
Hffffffuuhhh...
Guys... Gimana kabar kalian semuanya? Masihkah duka itu menyelimuti hari2mu kawan?
Ku berharap semoga kita semakin mantap menatap masa depan.
Sobat... Rasanya hati ini takkan putus utk berdo'a,
Semoga kita tetap dalam naungannya....


Luv_ayn

Ditunggu kabarnya guys
ayneeacy@gmail.com

To ; my beloved friend

Sahabat...
Teringat saat dulu kita masih bersama
Dalam duka kau hapus air mata ini
Kau bimbing langkahku tuk gapai ridhoNYA


Sahabat...
Ingatkah kau saat kita masih bersama?
Hari demi hari kita lalui
Lembar hitam dan putih tergambar jelas
Dalam album kenangan kita


Sahabat...
Andai saat ini engkau ada disampingku
Ingin aku dengar lirih tangismu
Membagi duka yang menorehkan luka


Sahabat...
Kini engkau berada jauh disana
Aku merasa di telan bumi
Hari-hari sepi tanpa hadirmu


Sahabat...
Kapan lagi aku kan melihat indah senyummu?
Kapan lagi ku dengar lirih tangismu?
Aku merindukan hadirmu wahai sahabatku...



Luv_ayn
miss you all guys...